Blogger Widgets

Minggu, 14 Desember 2014

sma plus darussalam

.Header h1 { font: normal bold 50px Arial; color: $(header.text.color); text-shadow: 3px 3px 6px white; }
SEJARAH SINGKAT SMA PLUS DARUSSALAM CIAMIS

Satuhal yang acapdikenangoleh alumni Pesantren Darussalam adalahkebersahajaanpesantreninidalamkesehariansantrinya.Bahkan, seperti yang kerapterucapdari K.H. IrfanHielmy (Alm)-pendiriPesantren Modern Darussalam yang selalumengajarkankebersahajaan- setiap kali menerimakunjungantamu, selaludisambutdengankalimat yang sama, seolahmenegaskanbagaimanaseharusnyasantri Darussalam mengambilposisidengankerendah-hatian, "selamatdatang di tempat kami, pesantren yang sangatsederhana."


Ihwalkebersahajaandankesederhanaan Darussalam ternyatasamatuanyadengansejarahpesantrenini. Nun di paruh 1929, 84 tahunsilam, K.H. Ahmad Fadlil (wafatth. 1950), ayahanda K.H. IrfanHielmy (wafatth. 2010), memulaikisahkebersahajaandengansebuah masjid dansebuahbiliksebagaiasrama. Santri yang pertama kali mondokadalahpemuda-pemudasetempat yang tidakhanyadiajariilmu-ilmu agama, akantetapidiajakmengolahsawah, bercocoktanamdandibericontohbagaimanamemeliharabilikdanmemakmurkan masjid. PesantrenTjidewa, sebutanuntukkomunitasbaruitu, dengancepatmendapatsimpatisertadukungandarimasyarakatsekitardanlebihbanyaklagisantri yang mondok.

Adalahsuami-istri Mas AstapradjadanSitiHasanah yang mewakafkantanahnya di KampungKandanggajah, DesaDewasari, KecamatanCijeungjing, KabupatenCiamisJawa Barat kepada K.H. Ahmad Fadlil.Dibantuolehmasyarakatdansantri, PesantrenTjidewamenapakiguratansejarahdenganoptimismemenghilangkanbenalu yang menempeldalamajaranislam.

Menjelangproklamasikemerdekaan 17 Agustus 1945, di PesantrenTjidewasudahmondok 400 orang santri yang mengajiilmutafsir, ilmuhadits, sejarahdanperbandinganmadzhab, di sampingkitab-kitabilmusharafdanilmunahwu.

Keputusan K.H. Ahmad Fadlildenganhanyamenerimasantriputratidakterlepasdarikondisisaatitu yang tidakbisaterlepasdarikontelasikeamananakibatpenjajahanBelanda.Akan tetapikarenadidorongolehkeinginanuntukmelepaskandiridaricengkramanpenjajahdanditambahdenganmeluapnyasemangatsantriuntukmenghalauBelanda, K.H. Ahmad Fadliljugamengajarkanstrategiberdiplomasimengatasitekananpenjajah.ApalagidengankemampuannyaberbahasaBelanda yang didapatdarikakeknyasejak di Sekolah Rakyat (Vervolg School)-denganmudahbisamenyerapberbagaiinformasi yang kelakbergunasebagai modal berdiplomasi.

Lebihdariitu, penguasaanterhadapteksberbahasa Arab telahtampaksejak Ahmad Fadlilmudaberhasilmenghapalkankitab-kitabsepertiJauharulMaknun, 'UqudulJuman, TalkhisulMiftahdansyair-syairnya.Bahkan, padausia 31 tahuniatelahberhasilmenerjemahkanQashidahBurdahkarya Muhammad Said al-Busyiri. Sampaisekarang, QashidahBurdahberbahasasunda yang merupakankaryaterjemahan masterpiece K.H. Ahmad Fadlilmasihterdengardibacadandidendangkanolehsantri-santri di banyakpesantrentradisionalterutama di Jawa Barat.

Melaluisejarah yang panjang (berdiritahun 1929 oleh K.H. Ahmad Fadlil), kiniPondokPesantren Darussalam telahberkembangdanmencapaikemajuan yang sangatmenggembirakan.PondokPesantren yang padaawalberdirinyahanyamemilikisebuahrumahtempattinggalKiayi, sebuah masjid dansebuahasrama (pondok) yang sederhana, kinitelahmemilikifasilitasbangunan yang relatiflengkapdanbeberapadiantaranyacukupmegah.

Disampingpeningkatanfasilitasdansaranapendidikanuntuksantri, hal yang sangatpenting lain adalahpengembangansistempendidikannya. ketika di banyakPondokPesantren lain masihmengkhususkanpadapengajiankitab, Pesantren Darussalam mulaimerintisuntukmenyelenggarakanpendidikan formal. Makasejakdasawarsa 60-an, Pesantren Darussalam mulaimemodernisasikansistempendidikannyadenganmendirikanlembaga-lembagapendidikan formal.

Padatahun 1967, mulaidirintispenyelenggaraansistempendidikan modern denganmengadaptasi model klasikaldansampaisaatinisemuajenjangpendidikandarmulai Taman Kanak-kanak (TK) (di Pesantren Darussalam disebutRaudlatulAthfal/RA) hinggaperguruantinggitelahada di pesantrenini.

Lembagapendidikan formal yang pertamadidirikanadalahRaudlatulAthfal (Taman Kanak-kanak) padatahun 1967, kemudianpadatahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah/MI (setingkat SD), lalu Madrasah Tsanawiyah Darussalam/MTsD (setingkat SMP) padatahun 1968. kemudianberdiri Madrasah AliyahNegeri Darussalam (setingkat SMA) padatahun 1969. Selanjutnyadidirikan SMA Plus Darussalam yang merupakanlembagapendidikanswastapadatahun 2003.SedangkanPendidikanTinggi (PT) di PondokPesantren Darussalam adalahberbentukInstitut yang didirikanpadatahun 1970, dengannamaInstitut Agama Islam Darussalam (IAID) yaituPerguruanTinggi Agama Islam yang menggabungkanpendidikanakademikdenganpendidikankepesantrenan, yaituPondokPesantren Darussalam. Disampingitu, padatahun 1995 diselenggarakan pula Ma'had 'Aly, yaitupendidikantinggiPesantren Darussalam.MahasantriMa'had 'Alyiniterdiridarilulusan Madrasah AliyahdanparamahasiswaInstitut Agama Islam Darussalam dariberbagaifakultas yang memenuhipersyaratan, diantaranyatelahmampumembacakitab-kitabkuning.

VISI DAN MISI SMA PLUS DARUSSALAM CIAMIS

Visi
Ungguldalamlogika, etikadanestetikasecaraprofesional yang berlandaskannilai-nilai agama danbudaya.
Misi

1. Meningkatkanpemahamandanpengalamanajaran agama.
2. Membentukkepribadianungguldantangguh yang dilandasiimandantakwa.
3. Meningkatkankinerjaprofesionaldalampelaksanaan proses pendidikanpadasetiapkomponensekolah.
4. Menumbuhkanminatdanprestasibelajardenganmengoptimalkanteknikpembelajarandansumberdayabelajar.
5. Menciptakanmanajemensekolah yang terbuka.
6. Mewujudkanpelayanan prima bagiseluruhkomponen yang terkait.
7. Menciptakanlingkungansekolah yang nyaman, amandandemokratis.
8. Memberdayakansemuakomponensekolahuntukmenguasaiilmupengetahuandanteknologi.
9. Menumbuhkanapresiasiseni.
10. Menumbuhkanbudayatertib, budayabersihdanpeduli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar